Press "Enter" to skip to content

Dear Perempuan, Berhentilah Saling Nyinyir

Setiap memperingati hari Kartini, kerap ada perdebatan tentang, misalnya, mana yang lebih berjasa, Kartini atau Cut Nyak Dien, dsb. Apa pentingnya Kartini? Dia kan cuma kirim surat galau ke temannya. Cuma beruntung saja surat-surat curhatannya dikumpulkan lalu dibukakan.

Kenapa kita memperingati hari lahir Kartini, bukan hari lahir Dewi Sartika? Well, penetapan hari lahir Kartini kebanyakan tentang politik dan hidden agenda. Bukan berarti Dewi Sartika kurang penting dibanding Kartini. Ya, jumlah hari setahun yang 365 itu tidak cukup untuk memperingati hari lahir setiap tokoh perempuan yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat.

Perdebatan konyol seputar perempuan kerap kita lihat di linimassa media sosial. Di era internet ini kerap kali ketikan jari lebih cepat dari sinyal neuron otak untuk memproses informasi, terburu-buru mengetik [berpendapat] sebelum genap memfilter informasi.

Semalam, salah satu temanku di Twitter berkomentar, “Hari Kartini sebentar lagi, seperti biasa ada debat ibu menyusui ASI eksklusif vs yang tidak, IRT vs ibu yang bekerja di luar rumah, dsb.”

Sungguh perdebatan yang tidak perlu dan konyol. Padahal budaya patriarkis masih mengakar kuat, para perempuan ini malah sibuk saling nyinyir. Harusnya para perempuan ini [bersama laki-laki] berjuang bersama untuk budaya struktur sosial yang lebih setara. Perempuan dan laki-laki bersama-sama menjadi manusia yang manusiawi. Jangan salah, patriarkis itu tidak cuma menindas perempuan dan anak, tapi juga laki-laki. Laki-laki ditindas? Yap, tapi itu bahasan untuk lain waktu (biar gak penasaran, sila bertanya pada paman Google). Struktur sosial yang timpang.

Dan temanku menjawab, “Dalam teori konflik, konflik internal lebih dahsyat ketimbang konflik eksternal.”

Konflik internal inilah yang mesti dilampaui.

Perempuan bukan dilahirkan sebagai perempuan, namun lebih dilahirkan menjadi perempuan. Ia ada dalam proses menjadi. Perjuangan menjadi manusia autentik.

Puisi Maya Angelou yang berjudul “Phenomenal Woman” sangat apik menggambarkan tentang kedirian perempuan. Dunia dalam diri perempuan lebih kompleks ketimbang semesta, kurasa.

Phenomenal Woman by Maya Angelou

Pretty women wonder where my secret lies.

I’m not cute or built to suit a fashion model’s size   

But when I start to tell them,

They think I’m telling lies.

I say,

It’s in the reach of my arms,

The span of my hips,   

The stride of my step,   

The curl of my lips.   

I’m a woman

Phenomenally.

Phenomenal woman,   

That’s me.

I walk into a room

Just as cool as you please,   

And to a man,

The fellows stand or

Fall down on their knees.   

Then they swarm around me,

A hive of honey bees.   

I say,

It’s the fire in my eyes,   

And the flash of my teeth,   

The swing in my waist,   

And the joy in my feet.   

I’m a woman

Phenomenally.

Phenomenal woman,

That’s me.

Men themselves have wondered   

What they see in me.

They try so much

But they can’t touch

My inner mystery.

When I try to show them,   

They say they still can’t see.   

I say,

It’s in the arch of my back,   

The sun of my smile,

The ride of my breasts,

The grace of my style.

I’m a woman

Phenomenally.

Phenomenal woman,

That’s me.

Now you understand

Just why my head’s not bowed.   

I don’t shout or jump about

Or have to talk real loud.   

When you see me passing,

It ought to make you proud.

I say,

It’s in the click of my heels,   

The bend of my hair,   

the palm of my hand,   

The need for my care.   

’Cause I’m a woman

Phenomenally.

Phenomenal woman,

That’s me.

 

Women unite! Gak usah saling nyinyir.

Perempuan yang memberi ASI eksklusif, maupun yang menambahinya dengan susu formula

Perempuan yang melahirkan secara normal, perempuan yang melahirkan secara Caesar

Perempuan yang memiliki anak, perempuan yang belum [tidak] memiliki anak

Perempuan yang bersuami, perempuan yang tidak bersuami

Perempuan yang menikah, perempuan yang tidak menikah

Perempuan yang berkerudung/berhijab, perempuan yang berkonde

Perempuan yang bekerja di luar rumah, perempuan yang bekerja di rumah

Kamu, aku, kita adalah perempuan fenomenal. []

 

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *